Sebelum membahas proses prioritisasi, mari kita lihat tahapan dalam roadmap Zimbra.
- Dalam Tinjauan: Evaluasi awal terhadap permintaan fitur atau bug untuk memastikan sesuai dengan visi dan tujuan produk.
- Diterima: Permintaan fitur atau bug yang memenuhi kriteria dimasukkan ke dalam daftar tugas untuk dipertimbangkan lebih lanjut. Bug dan fitur diprioritaskan dengan sistem yang sudah baku dan dimasukkan ke dalam backlog yang diprioritaskan.
- Dalam Proses: Tim pengembangan mengerjakan bug dan fitur sesuai dengan prioritas. Ini adalah tahap pengembangan aktif.
- Dirilis: Fitur atau perbaikan bug sudah tersedia di versi produksi.
Penjelasan lengkap mengenai tahapan ini bisa ditemukan di sini.
Kerangka RICE dan Prioritisasi Bug
Salah satu bagian penting dalam memindahkan bug atau fitur dari tahap “Dalam Tinjauan” ke “Diterima” dan “Dalam Proses” adalah prioritisasi.
Di Zimbra, kami menggunakan kerangka prioritisasi yang disebut RICE. RICE adalah singkatan dari Reach (Jangkauan), Impact (Dampak), Confidence (Kepercayaan), dan Effort (Usaha).
Berikut cara kami menggunakan kerangka RICE untuk menilai dan memprioritaskan permintaan fitur dan perbaikan bug:
- Reach (Jangkauan)
Kami menilai berapa banyak pengguna yang akan mendapatkan manfaat dari perbaikan bug atau fitur dalam periode tertentu. Bug yang mempengaruhi banyak pengguna, seperti masalah pencarian email, akan mendapatkan prioritas lebih tinggi dibandingkan bug yang mempengaruhi fitur yang lebih sedikit digunakan, seperti pencarian Tugas. - Impact (Dampak)
Kami melihat seberapa besar pengaruh bug atau fitur tersebut terhadap pengguna. Dampak mengukur seberapa besar perubahan ini akan mempengaruhi pengalaman atau produktivitas pengguna. Misalnya, fitur baru yang menambah kriteria filter pada pencarian email akan sangat meningkatkan produktivitas pengguna. - Confidence (Kepercayaan)
Kami menilai seberapa yakin kami dengan estimasi jangkauan, dampak, dan usaha yang diperlukan. Jika kami yakin bahwa perbaikan bug akan sangat membantu banyak pengguna, maka bug tersebut akan lebih diprioritaskan. - Effort (Usaha)
Kami memperkirakan berapa banyak usaha yang dibutuhkan untuk memperbaiki bug atau menambahkan fitur tersebut. Bug yang dapat diperbaiki dengan cepat tetapi memiliki dampak besar lebih cepat ditangani.
Setelah menilai bug atau permintaan fitur dengan kriteria di atas, kami memberi skor RICE. Skor ini membantu kami dalam membandingkan dan memprioritaskan item-item dalam backlog. Item dengan skor tinggi lebih cepat dipindahkan dari tahap “Diterima” ke “Dalam Proses”.
Menyeimbangkan Tujuan Bisnis dan Kebutuhan Pelanggan
Walaupun kerangka RICE penting untuk prioritisasi, kami juga mempertimbangkan faktor lainnya yang menjaga keseimbangan antara tujuan bisnis dan kebutuhan pelanggan. Berikut adalah 9 faktor yang kami pertimbangkan (urutan tidak tertentu):
- Keselarasan dengan Strategi Produk Zimbra
Kami menilai apakah perbaikan bug atau fitur sejalan dengan tujuan jangka panjang Zimbra. - Umpan Balik Pelanggan
Kami memperhatikan masalah yang sering dilaporkan oleh pelanggan. Masalah yang banyak dikeluhkan atau yang mempengaruhi kepuasan pelanggan biasanya mendapat prioritas lebih tinggi. - Keamanan
Bug yang berisiko terhadap keamanan akan segera ditangani. - Hutang Teknis dan Pemeliharaan
Kadang, pekerjaan yang mengurangi beban teknis dan meningkatkan pemeliharaan sistem harus diprioritaskan, meskipun tidak terlihat langsung manfaatnya bagi pelanggan. - Ketersediaan Sumber Daya
Ketersediaan tim pengembangan dan anggaran mempengaruhi kecepatan perbaikan bug dan pengembangan fitur. - Kepatuhan Regulasi
Kami memastikan Zimbra mematuhi standar regulasi yang berlaku. Bug atau fitur yang terkait dengan kepatuhan hukum akan segera ditangani. - Skalabilitas dan Kinerja
Zimbra digunakan dalam banyak penerapan berskala besar. Kami mempertimbangkan apakah bug atau fitur mempengaruhi kecepatan dan stabilitas Zimbra. - Pengalaman Pengguna dan Kegunaan
Kami lebih memilih untuk memprioritaskan fitur atau perbaikan yang meningkatkan pengalaman pengguna dalam antarmuka Zimbra, baik itu UI Modern maupun Classic. - Penggunaan Layanan Pihak Ketiga
Zimbra harus dapat bekerja dengan layanan dan pustaka pihak ketiga. Bug yang mempengaruhi integrasi ini atau fitur yang memperbaikinya lebih diprioritaskan.
Kesimpulan
Memprioritaskan bug dan fitur adalah proses yang kompleks yang mempertimbangkan kebutuhan pelanggan Zimbra, tujuan produk, dan ketersediaan sumber daya. Dengan kerangka ini, kami bertujuan untuk membuat roadmap produk yang memberikan manfaat terbesar bagi komunitas Zimbra.
